Cegah Penularan TBC, Ratusan Warga Binaan Rutan Makale Ikuti Skrining ACF TBC

Kadanta.Media Tana Toraja –  Sebanyak 173 orang Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Makale Kemenkumham Sulsel mengikuti Skrining Active Case Finding (ACF) Tuberculosis (TBC), Jumat (30/09/2023).

Kegiatan Skrining ACF TBC Tahun 2023 ini bekerjasama dengan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Dinas Kesehatan Kabupaten Tana Toraja, Puskesmas Makale, dan Klinik Tirta Medical Centre (TMC).

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Dirwatkeshab Ditjenpas Kemenkumham RI No. PAS.06-PK.06.07-710 tentang Skrining TBC dengan Intervensi Rontgen Dada yang bertujuan untuk mengoptimalkan angka penemuan kasus TBC secara aktif dan masif pada kelompok komunal yang berisiko tinggi atau rentan terhadap penularan/ penyebaran di dalam komunitas khususnya Lapas dan Rutan.

Bacaan Lainnya

Sebelumnya, skrining gejala awal TBC telah dilaksanakan oleh petugas kesehatan Rutan Makale pada 22 September 2023 yang diikuti oleh 173 orang WBP dan dibantu oleh petugas kesehatan dari Puskesmas Makale.

Dilanjutkan dengan skrining ACF TBC dengan Intervensi Rontgen Dada pada 29 September 2023 yang dilakukan oleh tim vendor X-Ray Tirta Medical Centre (TMC) didampingi oleh 2 orang petugas kesehatan dari Puskesmas Makale, 1 orang Wasor TB dari Dinkes Tana Toraja.

Adapun hasil pelaksanaan Skrining CXR tanggal 29 September 2023 yaitu jumlah WBP diperiksa X-Ray sebanyak 170 orang, jumlah WBP dengan Gejala (+) X-Ray (+) sebanyak 2 orang, jumlah WBP dengan Gejala (+) X-Ray (-) sebanyak 4 orang, jumlah WBP dengan Gejala (-) X-Ray (+) sebanyak 3 orang, jumlah WBP dengan gejala (-) Xray (-) sebanyak 170 orang, dan jumlah WBP lanjut Tes Cepat Molekuler (TCM) sebanyak 75 orang.

Saat dimintai keterangan, Kepala Rutan Makale, Luther Toding Patandung, menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada stakeholder internal maupun eksternal sehingga Skrining TBC ini dapat dilaksanakan di Rutan Makale.

“Kegiatan ini menjadi langkah deteksi dini terhadap penyakit menular pada WBP dan merupakan upaya preventif atau pencegahan guna mengetahui kondisi kesehatan dari Warga Binaan di Rutan Makale,” ujar Luther.(*)KaM.

Bagikan